RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG PARIAMAN — Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menginstruksikan Penjabat Sekretaris Daerah selaku Kepala BPBD untuk memimpin langsung Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) Penanggulangan Bencana. Langkah tersebut dilakukan guna mengoordinasikan pengerahan personel dalam asesmen, penanganan darurat, koordinasi lintas sektor, hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Padang Pariaman sejak pukul 10.00 WIB mengakibatkan tanah menjadi jenuh air sehingga memicu longsor di sejumlah kawasan perbukitan. Selain itu, angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan merusak beberapa rumah warga. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang di Sumatera Barat, sehingga pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca sebagai langkah antisipasi.
Berdasarkan data sementara BPBD hingga Senin malam, tercatat delapan kejadian bencana yang terdiri dari empat titik tanah longsor dan empat kejadian cuaca ekstrem. Longsor terjadi di Korong Kampuang Parit, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur; Korong Simpang Puruik, Nagari Lurah Ampalu; Korong Tanjung Balik, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan; serta Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan. Seluruh kejadian tersebut mengganggu akses transportasi masyarakat, bahkan di Sungai Pingai badan jalan terban sepanjang sekitar tujuh meter dengan kedalaman mencapai 15 meter sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Pohon tumbang merusak rumah warga di Korong Kabun Cimpago dan Korong Pasie Laweh. Di Korong Sungai Paku, Nagari Kuranji Hilia, angin kencang menerbangkan atap rumah sehingga satu kepala keluarga terdampak. Sementara itu, pohon tumbang yang menutup jalan di Korong Sungai Gimba Gantiang Timur berhasil dievakuasi oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD sehingga akses masyarakat kembali normal. BPBD juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal, family kit, dan hygiene kit kepada warga terdampak.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat koordinasi dengan Dinas PUPR, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, TNI-Polri, serta berbagai pihak terkait untuk mempercepat penanganan bencana. Upaya yang dilakukan meliputi pendataan dan asesmen lokasi terdampak, pembukaan akses jalan, evakuasi pohon tumbang, penyaluran bantuan logistik, hingga pemantauan cuaca secara berkala. Hingga saat ini tidak ada korban jiwa, namun tiga rumah mengalami kerusakan, satu ruas jalan terban, satu kepala keluarga terdampak, dan kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar.
Bupati John Kenedy Azis mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun daerah yang rentan diterpa angin kencang. Ia meminta masyarakat segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila situasi membahayakan serta melaporkannya kepada pemerintah setempat atau BPBD. Selain itu, seluruh perangkat daerah, camat, wali nagari, dan unsur terkait diinstruksikan untuk terus meningkatkan koordinasi dan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, kata Bupati, berkomitmen memberikan penanganan bencana secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan hingga kondisi di seluruh wilayah kembali pulih.

