Indonesia Dorong Adaptasi Iklim dan Kearifan Lokal dalam Pertemuan BRICS

RESPONRADIO.COM PADANG│NEW DELHI —  Indonesia menegaskan pentingnya penguatan adaptasi terhadap perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemanfaatan pengetahuan tradisional dalam Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup BRICS ke-12 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Selasa (18/8/2026). Pertemuan yang berlangsung pada 17–18 Agustus tersebut merupakan bagian dari keketuaan India di BRICS dengan tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.

Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat dalam forum tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam, pencegahan degradasi lingkungan, dan pembangunan ketahanan menghadapi perubahan iklim. Indonesia juga menekankan perlindungan keanekaragaman hayati darat dan laut sebagai dasar menjaga ekosistem, memperkuat ketahanan iklim, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan sebagian besar penduduk tinggal di wilayah pesisir, Indonesia menghadapi risiko besar akibat perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, dan bencana terkait iklim. Karena itu, pemerintah menempatkan adaptasi iklim sebagai bagian penting pembangunan berkelanjutan melalui Rencana Adaptasi Nasional 2026–2030 untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Indonesia juga memperkenalkan kearifan lokal sebagai bagian dari solusi menghadapi perubahan iklim. Tiga praktik tradisional yang disampaikan dalam forum BRICS adalah sistem irigasi Subak di Bali, Sasi Lompa di Maluku, dan Awig-Awig di Bali. Ketiganya dinilai menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat lokal dapat mendukung pengelolaan air, perikanan, ekosistem, serta sumber daya alam secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, BRICS juga meluncurkan empat kompendium pengetahuan yang memuat praktik unggulan, sistem pengetahuan, dan inovasi dari negara-negara anggotanya. Indonesia berharap pertukaran pengalaman antarnegara BRICS dapat memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim sekaligus mendorong pembangunan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com