BPBD : 2.376 hektare lahan di Sultra terbakar selama Januari-Juli 2026

RESPONRADIO.COM PADANG│KENDARI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sebanyak 2.376 hektare lahan terbakar sepanjang Januari hingga Juli 2026. Data tersebut dihimpun dari 224 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Kepala Pelaksana BPBD Sultra La Ode Saifuddin mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) paling tinggi terjadi pada Juli 2026. Saat itu, luas area yang terbakar mencapai 1.586,59 hektare atau sekitar 66,8 persen dari total luasan sejak awal tahun. Kondisi tersebut dipicu oleh munculnya 105 titik panas, yang sebagian besar berada di Kabupaten Bombana.

Bombana menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 1.913,64 hektare. Selanjutnya Kolaka 224,74 hektare, Konawe Selatan 124,93 hektare, Muna Barat 84,15 hektare, Kolaka Timur 59,84 hektare, Konawe 53,09 hektare, Buton Selatan 27,65 hektare, Konawe Utara 26,04 hektare, Wakatobi 20,33 hektare, dan Buton Tengah 17,12 hektare.

Untuk mengendalikan kebakaran di Bombana, Pemprov Sultra memprioritaskan pengiriman mobil tangki air dan mesin pompa air atau alkon. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjangkau serta memadamkan titik api yang sulit diakses.

Selain itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) menyiapkan 27 unit alkon yang didistribusikan ke sejumlah daerah, yakni Kolaka Timur 10 unit, Muna Barat lima unit, Kolaka tiga unit, Konawe dua unit, Baubau dua unit, dan Konawe Selatan satu unit. Empat unit lainnya disiagakan di Workshop Kendari.

Pemprov Sultra juga menambah 22 unit alkon untuk lima wilayah yang dinilai rawan karhutla. Rinciannya, Konawe Selatan dan Bombana masing-masing mendapat lima unit, Kota Kendari empat unit, sedangkan Kolaka dan Kolaka Timur masing-masing memperoleh dua unit.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com