RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Tim SAR memperluas area pencarian pada hari kedua operasi penyelamatan delapan penumpang kapal cepat yang hilang kontak saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan mengerahkan unsur SAR melalui jalur laut dan udara.
Basarnas membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan. KN SAR Tetuka 247 menyisir hingga 68,3 nautical mile, KAL Anyer 69,5 NM, RIB 01 Lampung 67 NM, sementara RIB 02 Banten difokuskan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Operasi juga didukung KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, drone thermal, serta berbagai peralatan medis dan komunikasi darurat.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru kapal, yakni Warta selaku kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu, serta lima jurnalis yaitu M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal sebagai pewarta lepas. Operasi melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, hingga nelayan setempat.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cukup mendukung, dengan cuaca cerah berawan, angin dari selatan ke utara sekitar 14 knot, dan gelombang laut berkisar 0,4–1 meter. Basarnas mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta pengguna transportasi laut di Selat Sunda untuk segera melaporkan kepada tim SAR apabila menemukan petunjuk terkait keberadaan kapal atau para korban.

