RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Pengurus Akuatik Indonesia melalui Komisi Teknik Loncat Indah menegaskan komitmennya untuk terus mempersiapkan atlet menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Meskipun masih menunggu kepastian pemerintah terkait pengiriman kontingen, program latihan tetap dijalankan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.
Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro, menegaskan bahwa kesiapan atlet tidak boleh bergantung pada kepastian keikutsertaan dalam suatu ajang. Ia menilai konsistensi latihan menjadi faktor utama untuk menjaga performa tetap optimal.
“Kami berpegang pada prinsip bahwa ada atau tidaknya pertandingan, atlet harus selalu siap. Latihan tidak boleh terhenti karena dapat berdampak pada penurunan performa,” ujar Ronaldy saat ditemui di Jakarta, Selasa (6/5).
Saat ini, Akuatik Indonesia memusatkan perhatian pada pemantauan performa atlet melalui Kejuaraan Nasional Akuatik 2026 yang tengah berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno. Hasil dari kejuaraan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan peringkat serta daftar panjang (long list) atlet nasional.
Ronaldy Herbintoro menjelaskan bahwa atlet yang masuk dalam daftar tersebut akan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai ajang internasional, baik single event maupun multievent seperti Asian Games. Salah satu atlet yang mendapat perhatian adalah Gladies Lariesa Garina Haga Kore, yang sebelumnya telah mencatatkan prestasi di tingkat regional.
Menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Ronaldy Herbintoro mengakui bahwa tingkat persaingan di level Asia sangat ketat. Dominasi negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan masih menjadi tantangan besar bagi para atlet Indonesia.
Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di jajaran elite Asia.
“Untuk Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, persaingan masih tergolong berat. Menembus podium bukan hal mudah, namun peluang untuk masuk enam besar tetap terbuka,” ujar Ronaldy Herbintoro.
Ia menambahkan bahwa secara teknis dan fisik, atlet Indonesia memiliki potensi yang besar. Namun, aspek mental dinilai masih perlu ditingkatkan melalui pengalaman bertanding di level internasional. Semakin sering atlet tampil di kompetisi luar negeri, maka kesiapan mental mereka dalam menghadapi tekanan di ajang besar juga akan semakin matang.
Sebagai gambaran, pada Asian Games 2022 Hangzhou, Indonesia hanya mengirimkan satu wakil, yakni Gladies Lariesa Garina Haga Kore. Saat itu, ia mampu menembus peringkat delapan besar pada nomor papan 3 meter putri, sebuah capaian yang diharapkan dapat ditingkatkan pada edisi Aichi-Nagoya mendatang.

