RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta DP3AP2B Provinsi Sumatera Barat menggelar Advokasi dan Sosialisasi Partisipasi Anak dalam Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRFRP) di Mercure Hotel, Padang, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan hak dan perlindungan anak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, menegaskan anak-anak korban bencana harus dilibatkan dalam menyampaikan kebutuhan dan aspirasi mereka. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah menjamin keberlanjutan pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan dari kekerasan, serta menyediakan ruang aman bagi anak.
Kepala DP3AP2B Sumatera Barat, dr. Herlin Sridiani, menyebutkan sekitar 33 persen penduduk Sumatera Barat atau lebih dari 1,9 juta jiwa merupakan anak berusia 0–18 tahun. Ia mengingatkan bahwa anak-anak dan kelompok rentan menghadapi risiko kekerasan, kehilangan akses pendidikan, serta trauma psikososial, terutama ketika fasilitas pengungsian belum memadai.
Untuk mendukung pemulihan, KPPPA mendorong pengaktifan Pos SAPA sebagai pusat pendampingan perempuan dan anak, pengembangan Kebun Pangan Perempuan dan Ruang Bersama Indonesia, serta penguatan Forum Anak. Langkah ini diharapkan memperkuat perlindungan anak dan memastikan aspirasi mereka masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

