Ukraina klaim produksi minyak Rusia menurun setelah serangan Kiev

RESPONRADIO.COM PADANG│INSTANBUL  Ukraina menyatakan produksi minyak Rusia mengalami penurunan hingga mencapai titik terendah sepanjang tahun, yakni sekitar 9,009 juta barel per hari. Penurunan tersebut disebut terjadi setelah serangkaian serangan Ukraina terhadap fasilitas energi milik Rusia.

Dalam pernyataan melalui Telegram, Staf Umum Ukraina menyebut pasukannya telah menyerang 16 kilang minyak serta terminal bahan bakar utama Rusia. Serangan tersebut diklaim membuat lebih dari 30 persen kapasitas penyulingan minyak Rusia tidak beroperasi hingga Juni.

Pihak militer Ukraina juga menyebut sekitar 40 instalasi teknologi mengalami penghentian operasional. Selain itu, mereka menilai sanksi internasional turut memperlambat upaya Rusia untuk memperbaiki fasilitas energi yang mengalami kerusakan.

Menurut Ukraina, kondisi tersebut membuat Rusia menerapkan sejumlah pembatasan, termasuk pengurangan ekspor bahan bakar dan pembatasan penjualan bensin di beberapa wilayah akibat berkurangnya pasokan.

Ukraina juga mengklaim sejumlah bandara utama Rusia mengalami kendala ketersediaan bahan bakar penerbangan sehingga berdampak pada pembatasan pengisian bahan bakar pesawat.

Dalam pernyataannya, Ukraina menyebut situasi semakin sulit hingga pemerintah Rusia disebut mengizinkan sejumlah pabrik memproduksi bahan bakar dengan standar lebih rendah, yakni Euro-3, karena keterbatasan peralatan dan kerusakan fasilitas produksi.

Hingga kini, Rusia belum memberikan tanggapan terkait klaim tersebut. Sementara itu, verifikasi independen terhadap kondisi industri energi Rusia masih sulit dilakukan karena konflik antara kedua negara masih berlangsung.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com