RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan siap mengikuti arahan pemerintah pusat terkait penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
“Jadi, Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat. Apa pun yang diputuskan itu akan kami jalankan,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (25/3).
Pemerintah berencana memberlakukan aturan ini setelah hari raya Idulfitri. Langkah tersebut diambil untuk menekan konsumsi energi di tengah tren kenaikan harga minyak dunia yang terus membumbung.
Kendati demikian, Pramono menyebutkan sampai degan saat ini, kebijakan tersebut belum diputuskan, sehingga pihaknya belum mengambil sikap terkait hal penerapannya.
“Tetapi karena belum diputuskan, kami belum mengambil sikap untuk itu,” jelas Pramono.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebelumnya mengungkapkan adanya usulan mengenai skema Work From Home (WFH) sebanyak satu kali dalam seminggu. Meski demikian, detail implementasi kebijakan tersebut masih menanti instruksi lebih lanjut dari Presiden Prabowo Subianto.
Tito menyebutkan dalam rapat yang dilakukan sebelumnya, para menteri terkait sudah mengarah kepada satu hari yang sama untuk pelaksanaan WFH. Namun, dia mengaku belum dapat menjelaskannya lebih lanjut sehingga meminta masyarakat agar menunggu pengumuman resmi.
“Karena itu harus dilaporkan lagi, hasil rapat kemarin ke Bapak Presiden. Setelah ada arahan Presiden, nanti diumumkan resmi,” ujar Tito.
Di sisi lain, dia menegaskan akan melakukan sosialisasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan layanan penting tetap berjalan apabila kebijakan WFH diterapkan.
Mendagri Tito Karnavian turut menekankan bahwa rencana penerapan skema Work From Home (WFH) bukanlah kebijakan yang asing, mengingat model kerja serupa pernah sukses diimplementasikan selama masa pandemi COVID-19.

