RESPONRADIO.COM PADANG│KOTA PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyebut Kabupaten Kepulauan Mentawai terus memperkuat daya tarik wisatanya dengan menegaskan identitas daerah sebagai destinasi selancar kelas dunia melalui peluncuran city branding.
“Mentawai sudah mulai melakukan branding surfing,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar, di Padang, Kamis.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai secara resmi memperkenalkan identitas daerah tersebut melalui kegiatan city branding yang digelar di Jakarta pada Kamis malam (7/5). Langkah ini dilakukan untuk semakin mengenalkan Mentawai ke dunia internasional, terutama potensi wisata alam dan olahraga surfing yang menjadi daya tarik utama daerah tersebut.
Menurut Lila, penguatan sektor pariwisata di wilayah kepulauan terluar Indonesia bagian barat itu masih membutuhkan dukungan infrastruktur, seperti kesiapan bandara, hotel atau penginapan, serta sarana dan prasarana penunjang lainnya.
Berdasarkan koordinasi antara Dinas Pariwisata Sumbar dan Menteri Pariwisata, landasan pacu Bandara Mentawai yang saat ini berukuran 1.500 x 30 meter dinilai perlu diperpanjang. Saat ini bandara tersebut hanya dapat melayani pesawat jenis ATR 72-600.
Perpanjangan landasan pacu dilakukan agar ke depan pesawat dengan kapasitas lebih besar dapat mendarat dan lepas landas di Mentawai, sehingga akses wisatawan menjadi lebih mudah.
Selain itu, setelah peluncuran city branding, Pemprov Sumbar bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai juga akan memperluas pasar wisatawan mancanegara.
“Kami juga akan mulai sounding ke pasar wisata Australia karena wisatawan asal Australia merupakan yang paling banyak datang ke Mentawai untuk surfing,” kata Lila.
Sementara itu, anggota DPD RI, Irman Gusman, menilai Kepulauan Mentawai layak menjadi salah satu sektor unggulan pariwisata Sumatera Barat mengingat besarnya potensi yang dimiliki Bumi Sikerei tersebut.
Menurutnya, selain dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk olahraga surfing, kawasan pulau terluar Indonesia di bagian barat itu juga memiliki kekayaan budaya dan keunikan yang tidak dimiliki daerah lain.

