Menhut: Penguatan kebijakan dan kolaborasi fondasi konservasi satwa

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA  Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa penguatan kebijakan serta kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mendukung upaya konservasi satwa di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul penilaian positif dari komunitas konservasi internasional, yakni IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group dan IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group, yang menilai langkah strategis Indonesia telah berada di jalur yang tepat dalam melindungi satwa langka seperti badak dan gajah yang terancam punah.

“Menurut mereka, komitmen politik yang kuat, penguatan kebijakan, dan pendekatan kolaboratif menjadi landasan penting bagi masa depan konservasi satwa di Indonesia,” ujar Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Sementara itu, IUCN Species Survival Commission merupakan komisi di bawah International Union for Conservation of Nature yang bertugas menilai status spesies, memberikan rekomendasi konservasi, serta mendukung perlindungan keanekaragaman hayati di tingkat global.

Selain itu, IUCN dikenal sebagai organisasi lingkungan tertua dan terbesar di dunia yang menerbitkan Daftar Merah Spesies Terancam Punah, yang menjadi acuan penting dalam menentukan status keanekaragaman hayati dunia.

“Masukan dan dukungan dari komunitas konservasi internasional seperti International Union for Conservation of Nature menjadi pengingat bahwa upaya menjaga gajah, badak, serta habitatnya tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi kepentingan dunia,” ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Di sisi lain, Ketua IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group, Amirtharaj Christy Williams, menilai komitmen politik yang ditunjukkan pemerintah saat ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan konservasi di Indonesia.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa efektivitas pelaksanaan program di lapangan tetap harus menjadi perhatian utama agar target konservasi dapat tercapai secara optimal.

Sementara itu, Ketua IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group, Heidi S. Riddle, menyebut saat ini Indonesia memiliki momentum kuat dalam upaya konservasi gajah. Menurutnya, dukungan dari Presiden Prabowo Subianto dan Menhut menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya kebijakan yang lebih progresif.

Ia juga menilai pemerintah Indonesia telah berada di jalur yang tepat melalui pendekatan kolaboratif dan kebijakan yang inklusif. Ke depan, penguatan konektivitas habitat serta perlindungan kawasan dinilai akan menjadi fokus utama dalam upaya konservasi.

Ia menilai pemerintah saat ini telah berada di jalur yang tepat, terutama melalui penyusunan berbagai kebijakan dan regulasi terkait konservasi. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam pelestarian gajah, serta terbukanya ruang untuk menerima beragam pandangan, menjadi langkah yang sangat penting

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com