RS Bhayangkara Palembang terima 16 jenazah korban laka maut Muratara

RESPONRADIO.COM PADANG│PALEMBANG  Sebanyak 16 jenazah korban kecelakaan tragis yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera dan truk tangki di wilayah Musi Rawas Utara tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan pada Kamis sekitar pukul 05.00 WIB.

Seluruh jenazah sebelumnya dipindahkan dari Rumah Sakit Siti Aisyah untuk menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Kepala Bidang Dokkes Polda Sumatera Selatan, Andrianto, membenarkan bahwa setibanya di rumah sakit, seluruh jenazah langsung ditempatkan di ruang pendingin atau freezer sebelum menjalani tahapan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami telah membentuk tim sejak pagi yang turut melibatkan personel dari Jakarta. Total terdapat tujuh dokter forensik bersama 30 personel yang mulai bekerja sejak pukul 08.00 WIB,” ujar Andrianto di Palembang.

Ia menjelaskan, proses identifikasi korban kali ini cukup menantang akibat kondisi jenazah yang mengalami luka bakar.

Tahapan identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan ciri fisik awal, kemudian dilanjutkan dengan proses rekonsiliasi atau pencocokan data medis dengan data primer yang diberikan pihak keluarga korban.

“Yang kami utamakan bukan cepat atau lambatnya proses, melainkan ketepatan identifikasi. Rekonsiliasi dilakukan secara gabungan berdasarkan hasil pemeriksaan. Sampai saat ini, diperkirakan sudah ada lima jenazah yang mendekati identifikasi pasti, namun pengumuman resminya masih menunggu keputusan pimpinan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Polda Sumatera Selatan telah mendirikan posko di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan guna memfasilitasi keluarga korban yang ingin melapor. Pihak keluarga diminta segera datang dengan membawa identitas resmi maupun data medis pendukung untuk mempercepat proses Disaster Victim Identification (DVI).

Kepolisian juga memastikan proses penyerahan jenazah kepada keluarga akan dilakukan setelah identitas korban benar-benar terverifikasi secara ilmiah.

Sementara berdasarkan data sementara, lima korban meninggal dunia disebut telah berhasil diidentifikasi meski masih memerlukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan kecocokan data.

Dua korban yang telah diketahui identitasnya yakni pengemudi truk tangki Seleraya, Aryanto (48), warga Lubuklinggau, serta penumpangnya Martono (47), seorang petani asal Desa Belani. Keduanya dilaporkan meninggal dunia di dalam kendaraan.

Sementara itu, tiga korban lainnya diketahui merupakan penumpang dan kru bus Antar Lintas Sumatera, yakni Alif (44) selaku pengemudi asal Jawa Tengah, serta dua kru bus bernama Saf (50) dan Maleh (42) yang berasal dari Medan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Musi Rawas Utara, Mugono, membenarkan bahwa kecelakaan maut tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang di lokasi kejadian. Korban terdiri dari 14 penumpang bus ALS serta sopir dan kernet mobil tangki.

“Tim kami masih berada di lapangan bersama Satlantas untuk melakukan evakuasi. Berdasarkan laporan sementara, terdapat 16 korban jiwa yang telah teridentifikasi meninggal dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data awal yang dihimpun BPBD, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB.

Peristiwa bermula ketika bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Saat melintas di wilayah Kecamatan Karang Jaya, muncul percikan api dari bagian bus.

Pengemudi bus kemudian berupaya mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan guna menghindari risiko yang lebih besar. Namun pada saat bersamaan, sebuah mobil tangki dari arah berlawanan, yakni kawasan Utara/Rupit, melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan keras tidak dapat dihindari.

Pihak BPBD menyebutkan fokus utama saat ini adalah mengevakuasi korban yang terjepit di dalam kabin kendaraan serta memastikan keselamatan penumpang lain yang mengalami luka-luka.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com