Pengamat Sebut Indonesia jadi Motor Utama ASEAN di Tengah Krisis Global

RESPONRADIO.COM PADANG│FILIPINA  Presiden Prabowo Subianto telah menyelesaikan kunjungan kerjanya di Cebu, Filipina, setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang menitikberatkan pada penguatan kerja sama kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan global, khususnya terkait ketahanan pangan dan energi.

Pengamat Hubungan Internasional Teuku Rezasyah menilai Indonesia masih memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah pembahasan strategis ASEAN di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berkembang.

Menurut Rezasyah, berbagai kebijakan strategis yang dibahas dalam KTT ASEAN kali ini tidak terlepas dari pengaruh pemikiran strategis Indonesia, terutama terkait isu ketahanan energi, pentingnya konsultasi internal antarnegara anggota secara berkelanjutan, serta perlunya mencermati perubahan situasi global yang berlangsung sangat cepat.

“Saya melihat arah pembahasan strategis ASEAN masih sangat dipengaruhi oleh pemikiran strategis Indonesia, terutama terkait ketahanan energi, pentingnya konsultasi internal secara berkelanjutan, serta perlunya terus memperhatikan dinamika global yang berubah dengan cepat,” ujar Teuku Rezasyah saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (10/5).

Ia juga menilai Indonesia hingga kini masih dipandang sebagai penggerak utama ASEAN di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global.

Menurut Rezasyah, Indonesia tetap berada pada posisi penting sebagai Primus Interpares, yakni negara yang paling banyak didengar serta dijadikan rujukan dalam proses pengambilan keputusan strategis di kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia selama ini tetap dianggap sebagai Primus Interpares, yakni negara yang paling didengar dan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan strategis,” ujar Teuku Rezasyah.

Rezasyah menambahkan, negara-negara anggota ASEAN menyadari besarnya pengaruh Indonesia yang ditopang oleh kekuatan ekonomi, jumlah penduduk terbesar di kawasan, posisi geopolitik yang strategis, hingga kapasitas diplomasi Indonesia di level internasional.

“Seluruh anggota ASEAN memahami besarnya ekonomi dan populasi Indonesia, posisi geopolitiknya yang strategis, serta peran Indonesia di tingkat global yang memudahkannya menjalin komunikasi dengan para pemimpin dunia,” lanjutnya.

Terkait hasil konkret dari KTT ke-48 ASEAN, ia menilai pertemuan para pemimpin Asia Tenggara tersebut berhasil memperkuat soliditas kawasan dalam menjalankan visi komunitas ASEAN secara lebih terpadu.

Meski demikian, Rezasyah menekankan bahwa langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana aksi yang jelas agar seluruh poin dalam ASEAN Community Blue Prints dapat dijalankan secara efektif.

“KTT tahun ini telah berhasil membangun kekompakan untuk bersinergi menjalankan seluruh poin dalam ASEAN Community Blue Prints. Selanjutnya, yang perlu dilakukan adalah menyusun Action Plan untuk merealisasikan seluruh poin tersebut,” tutupnya.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com