Bupati Agam ungkap dampak relokasi pasar dari Proyek Flyover Padang Luar

 RESPONRADIO.COM PADANG│BUKITTINGGI  Pemerintah Kabupaten Agam mengungkapkan tengah melakukan kajian mendalam terkait kelanjutan proyek pembangunan jembatan layang (flyover) di kawasan Pasar Padang Luar.

Bupati Agam, Benni Warlis, di Bukittinggi, Rabu (20/5), mengatakan kajian tersebut dilakukan setelah adanya aturan ketat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Jalan yang melarang adanya aktivitas di bawah struktur flyover.

Menurut Benni, hasil peninjauan lapangan sebelumnya telah dibahas dalam rapat bersama yang melibatkan Asisten II Pemerintah Provinsi, Balai Jalan, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (KAI), dinas terkait di tingkat provinsi, Kejaksaan Tinggi Provinsi, Dinas Perdagangan, serta sejumlah pihak lainnya.

Rapat tersebut membahas sinkronisasi kebijakan antara rencana pembangunan infrastruktur flyover dengan keberadaan pasar di bawah kawasan proyek. Kondisi itu dinilai menimbulkan dilema karena pembangunan jembatan layang berpotensi mengharuskan relokasi pasar.

Bupati Agam, Benni Warlis, menjelaskan bahwa berdasarkan aturan dari Kementerian PUPR, area di bawah flyover harus steril dari aktivitas publik, termasuk kegiatan perdagangan. Karena itu, pasar yang saat ini berada di lokasi tersebut diwajibkan pindah ke tempat lain.

Menurut Benni, kebijakan tersebut memunculkan berbagai pertimbangan logis di kalangan pemerintah maupun masyarakat terkait urgensi pembangunan flyover apabila pasar akhirnya direlokasi.

“Kalau pasar direlokasi demi pembangunan flyover, lalu apa urgensi flyover itu sendiri? Jika pasar dipindahkan, tentu kemacetan di lokasi tersebut juga akan berkurang,” ujarnya.

Ia juga mengakui adanya keterlambatan dalam penyampaian hasil rapat kepada publik sehingga sempat menimbulkan anggapan bahwa pemerintah kurang serius menangani persoalan tersebut.

Meski demikian, Benni menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen mencari solusi terbaik dan mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk Legislator RI, Andre Rosiade.

Selain opsi relokasi pasar, pemerintah juga menerima usulan alternatif berupa pembangunan jalur exit tol di wilayah Agam melalui bypass yang berada dekat kawasan Pasar Padang Luar.

Menurut Benni, apabila usulan exit tol melalui jalur bypass tersebut dapat direalisasikan, persoalan kemacetan diyakini dapat teratasi tanpa perlu mengeluarkan anggaran besar untuk pembangunan konstruksi yang berpotensi tumpang tindih.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com