RESPONRADIO.COM PADANG│BANDAR ABBAS — Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran dengan menargetkan sebuah fasilitas militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di kawasan Selat Hormuz. Selain itu, Komando Pusat AS (Centcom) mengklaim berhasil menembak jatuh empat drone serang satu arah milik Iran yang dianggap mengancam keamanan wilayah tersebut.
Menurut Centcom, serangan diarahkan ke stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas ketika fasilitas itu disebut tengah bersiap meluncurkan drone kelima. Di saat bersamaan, media lokal Iran melaporkan terdengarnya ledakan di bagian timur kota pelabuhan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah kondisi gencatan senjata yang masih rapuh antara kedua negara, serta proses negosiasi yang belum mencapai titik temu untuk mengakhiri perang selama tiga bulan terakhir. Konflik tersebut disebut telah mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dan memicu kenaikan harga energi global.
Centcom menegaskan operasi militer itu dilakukan sebagai langkah defensif. Dalam pernyataannya, Centcom menyebut tindakan tersebut bersifat terukur dan bertujuan mempertahankan gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan posisi Iran dalam perundingan kini semakin melemah. Dalam rapat kabinet pada Rabu, Trump menyebut strategi perang AS tidak akan dipengaruhi agenda politik domestik, termasuk pemilu paruh waktu mendatang.
Trump juga mendorong negara-negara Teluk untuk menandatangani Abraham Accords guna menormalisasi hubungan dengan Israel. Ia bahkan mengancam akan kembali melancarkan kampanye pengeboman besar-besaran apabila Iran menolak syarat yang diajukan AS.
Padahal sebelumnya Trump sempat menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai hampir tercapai. Namun pada Rabu, ia justru mengatakan Amerika Serikat belum merasa puas dengan perkembangan negosiasi yang ada.
Sebelum serangan terbaru ini, Centcom juga mengaku telah melakukan operasi “bela diri” pada Senin lalu di wilayah selatan Iran dengan menargetkan situs rudal serta kapal-kapal yang diduga hendak memasang ranjau untuk mengancam pasukan AS.
Pemerintah Iran mengecam keras serangan tersebut dan menilainya sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata. Teheran menegaskan tidak akan membiarkan tindakan yang dianggap sebagai permusuhan tanpa balasan.
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone milik AS serta menembaki jet tempur dan drone lain yang memasuki wilayah udara Iran. IRGC menegaskan Iran memiliki hak penuh untuk membalas setiap pelanggaran yang dilakukan pihak Amerika Serikat.

