Tangani dampak gempa, BNPB perbaiki infrastruktur darurat di Sigi

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan proses perbaikan infrastruktur darurat di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus berjalan. Perbaikan tersebut meliputi pemasangan bronjong serta pemulihan jaringan air bersih yang terdampak bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penanganan infrastruktur darurat di Sigi dilakukan dengan dukungan pendanaan dari anggaran PUM Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, Kabupaten Sigi menjadi salah satu wilayah terdampak gempa bumi yang disusul lebih dari seribu kali gempa susulan sejak gempa utama terjadi pada 16 Juni 2026.

Dalam upaya mengurangi risiko bencana lanjutan, tim gabungan melakukan pembukaan bendung alami menggunakan jet water. Bendungan tersebut terbentuk dari tumpukan material kayu dan bebatuan akibat longsoran di kawasan Gunung Nokilalaki yang menyebabkan aliran air menuju Sungai Kamarora tersumbat.

Pembukaan sumbatan tersebut bertujuan mengurangi penumpukan air serta menekan potensi terjadinya banjir bandang maupun aliran material saat hujan turun. Langkah itu dilakukan sesuai arahan Kepala BNPB Suharyanto setelah meninjau langsung lokasi terdampak pada Jumat (19/6).

Selain penanganan infrastruktur, tim gabungan masih memberikan pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak. Kegiatan tersebut mencakup pelayanan kesehatan di posko pengungsian, pemantauan warga yang mengungsi secara mandiri, penyediaan tenda darurat untuk tempat ibadah, serta memastikan kebutuhan logistik tetap tersedia selama masa tanggap darurat hingga 30 Juni 2026.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, BNPB juga menyalurkan bantuan tahap III berupa peralatan dan logistik kepada Kodam XXIII/Palaka-Wira, Korem 132/Tadulako, serta BPBD Sulawesi Tengah.

Bantuan tersebut terdiri atas dua unit mobil dapur umum lapangan, 100 perangkat handy talky, enam tenda pengungsi, dua unit motor trail lengkap dengan pompa alkon, 300 paket sembako, 200 tenda keluarga, 300 matras, dan 300 selimut.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 3.600 kepala keluarga atau 9.609 jiwa di Kabupaten Sigi terdampak gempa berkekuatan magnitudo 6,7. Seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan medis dan dinyatakan pulih.

Sementara itu, kerusakan bangunan yang tercatat meliputi 1.979 rumah rusak ringan, 277 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat. Selain itu, terdapat kerusakan pada 110 rumah ibadah yang terdiri dari 29 masjid dan 81 gereja.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum, di antaranya 19 gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati dan Bapperinda, 35 sekolah, 10 puskesmas, dua rumah adat, dua jaringan air bersih, serta enam fasilitas umum lainnya yang masih menunggu verifikasi teknis.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com