RESPONRADIO.COM PADANG│SOLOK — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan siap mendukung kebutuhan Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dalam menangani dampak banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka. Sekretaris Utama BNPB Rustian menyampaikan komitmen tersebut setelah mengikuti rapat koordinasi bersama Pemkab Solok di Posko Utama Penanggulangan Bencana, Rabu malam. Menurutnya, penanganan bencana harus dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat terdampak.
Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Khairul melaporkan, bencana tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian. Selain itu, empat orang mengalami luka-luka dan sebanyak 474 warga terpaksa mengungsi. Pemerintah daerah bersama unsur terkait masih melakukan pendataan untuk mengetahui kondisi masyarakat serta dampak kerusakan akibat banjir bandang.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Solok, sebanyak 52 rumah mengalami rusak ringan, 16 rumah rusak sedang dan 19 rumah rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada satu rumah ibadah yang mengalami rusak ringan serta 10 kantor dinas yang terdampak. Pendataan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah terdampak.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk mempercepat penanganan bencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan memperbaiki fasilitas yang rusak. Pemkab Solok bersama BNPB dan instansi terkait membahas penanganan kondisi darurat, pencarian korban, evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan pengungsi serta penanganan sarana dan prasarana terdampak. Pemantauan dan pendataan akan terus dilanjutkan sebagai dasar penanganan hingga tahap pemulihan pascabencana.

