Banjir Musiman di Toboh Persoalan Lingkungan dan Tanggung Jawab Bersama

RESPONRADIO.COM | PADANG PARIAMAN – Banjir bukanlah sesuatu yang baru bagi warga Toboh, Nagari Campago Selatan, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman. Pada Jumat malam, tanggal 12 April 2024, mereka kembali menghadapi Banjir Musiman dengan genangan yang cukup tinggi, setinggi betis orang dewasa, yang merendam ruas jalan di daerah mereka. Ini bukan hanya cerita tentang genangan air, tetapi juga tentang bagaimana kita semua perlu mengambil peran dalam menghadapi dan mengatasi masalah lingkungan yang kian mendesak.

Sumber Masalah Banjir Musiman: Infrastruktur yang Tidak Memadai

Sumber utama banjir di Toboh adalah selokan yang berada di bahu jalan dengan diameter sekitar satu meter. Faktanya, kapasitas selokan ini jauh dari cukup untuk menampung debit air yang bertambah saat hujan deras. Situasi ini diperparah oleh topografi wilayah yang rendah, membuat air mudah menggenang dan sulit mengalir.

Baca Juga : Semarak Takbiran Idul Fitri di Padang Pariaman

Menurut penuturan seorang warga lokal, Wati, “Di sini memang sering banjir kalau musim penghujan. Penyebabnya karena air selokan yang meluap, sehingga menggenangi jalanan.” Dalam menghadapi situasi ini, warga setempat telah mengambil inisiatif dengan memasang rambu-rambu darurat berupa kursi kayu di jalan, guna mengurangi risiko kecelakaan.

Observasi dan Fenomena yang Terjadi

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa curah hujan tinggi mulai dari sore hari itu, dengan hujan yang datang dan pergi secara sporadis. Genangan yang terbentuk mengular dari Simpang Empat Toboh hingga korong Bukitgonggang, dengan ketinggian air yang bervariasi.

Solusi dan Pencegahan Banjir Musiman

Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Peningkatan kapasitas drainase dengan memperbesar diameter selokan serta membersihkannya secara regular bisa menjadi langkah awal. Selain itu, perencanaan pembangunan infrastruktur perlu mempertimbangkan aspek geografis dan hidrologis daerah tersebut.

Pemberian informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan selokan dan tidak membuang sampah sembarangan juga vital. Dengan begini, kita tidak hanya mengurangi risiko banjir tetapi juga meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial untuk lingkungan yang lebih baik.

Baca Juga : Merajut Kehangatan Lewat Makna Bantai Adat Nagari Parit Malintang dalam Perayaan Idul Fitri

Kesimpulan

Banjir di Toboh bukan hanya masalah alam semata tetapi juga hasil dari kekurangan infrastruktur dan perencanaan yang kurang matang. Dengan kerjasama yang baik dan tindakan preventif, kita dapat mengurangi dampak negatif banjir. Perubahan mungkin tidak terjadi dalam semalam, tetapi dengan upaya bersama, kita dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

Sebagai warga yang baik, kita harus mulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan setiap hari, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Dengan cara ini, kita tidak hanya mengatasi masalah banjir tetapi juga berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Kita semua mempunyai peran dalam menjaga bumi ini, mari kita mulai sekarang, dari hal terkecil yang bisa kita lakukan. Setiap langkah kecil kita, akan membawa dampak besar bagi masa depan.(*)

Buka chat
1
Scan the code
Hello 👋
Apa yang dapat kami bantu?