RESPONRADIO.COM PADANG│PULAU PUNJUNG — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyerahkan bantuan paket permakanan tahap II bagi ibu hamil dan ibu menyusui di Kecamatan Timpeh, Selasa. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam mempercepat penanganan stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan.
Annisa mengatakan pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin, bahkan sebelum anak dilahirkan. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan dan asupan gizi ibu hamil menjadi faktor penting dalam mencegah gangguan pertumbuhan anak.
“Penanganan stunting harus dimulai dari masa kehamilan. Jika bantuan baru diberikan ketika anak sudah berusia empat atau lima tahun, upaya tersebut sudah terlambat. Karena itu, kesehatan dan gizi ibu hamil harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan diberikan dalam bentuk paket makanan yang disalurkan secara bertahap selama masa kehamilan hingga enam bulan setelah persalinan. Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp3 juta yang diberikan setiap bulan pada minggu kedua.
Bupati menyebut program tersebut merupakan komitmen yang telah dirancang sejak dirinya mencalonkan diri sebagai Bupati Dharmasraya. Untuk tahap awal, penerima bantuan diprioritaskan bagi keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan masyarakat, dengan pendataan dilakukan melalui puskesmas.
Menurutnya, pemerintah daerah sebenarnya menargetkan bantuan dapat diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui dari keluarga desil 1 hingga desil 5. Namun, keterbatasan anggaran membuat program sementara difokuskan pada kelompok desil 1 dan 2, dengan harapan cakupan penerima dapat diperluas pada tahun berikutnya.
Annisa juga mengajak masyarakat agar segera melaporkan kehamilan kepada petugas kesehatan maupun pemerintah nagari agar ibu hamil dapat memperoleh pendampingan dan intervensi sejak awal. Bagi warga yang belum terdata, khususnya dari keluarga desil 1 dan 2, dapat melapor kepada wali nagari, puskesmas, atau Dinas Sosial untuk dilakukan verifikasi.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati turut berdialog langsung dengan penerima bantuan. Ia menekankan pentingnya pemahaman ibu hamil mengenai pemenuhan gizi, pola asuh anak, serta upaya pencegahan stunting sejak masa awal kehidupan.
Ia juga meminta bidan desa dan kader Posyandu untuk terus aktif memberikan edukasi serta pendampingan kepada ibu hamil dan ibu menyusui di setiap nagari.
“Bantuan makanan memang penting, tetapi pengetahuan juga memiliki peran besar. Saya berharap Posyandu terus memberikan edukasi agar para ibu memahami kebutuhan gizi selama kehamilan dan masa tumbuh kembang anak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Sosial P3APPKB) Dharmasraya, Martin Efendi, menyampaikan bahwa bantuan tahap II tersebut diberikan kepada 19 ibu hamil dan ibu menyusui. Sebelumnya, penyaluran tahap pertama telah dilakukan di Kecamatan Pulau Punjung dan Sitiung.
Martin menilai program bantuan permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang digagas oleh Bupati Annisa Suci Ramadhani bersama Wakil Bupati Leli Arni merupakan program yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Ia menyebut program tersebut menjadi salah satu bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menekan angka stunting sejak dini, sekaligus sebagai langkah yang patut didukung bersama.

