RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama berbagai lembaga dan komunitas sosial menginisiasi pembangunan rumah layak huni bagi tiga anak yatim di Korong Ladang Laweh, Nagari Sicincin, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari asesmen awal yang dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) atas arahan Dinas Sosial P3A Padang Pariaman.
Program tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Baznas, LKKS, kepolisian, ASPILA, serta pemerintah kecamatan dan nagari setempat.
Pada kunjungan pertama, bantuan awal telah diberikan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, pakaian, serta uang tunai sebesar Rp2 juta dari ASPILA.
Dalam kunjungan lanjutan, Baznas menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta melalui program RTLH untuk pembangunan rumah baru, sementara ASPILA kembali memberikan bantuan uang tunai Rp2 juta.
Ketua LKKS Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud komitmen bersama untuk menjamin masa depan tiga anak yatim tersebut, termasuk memastikan mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Ia menjelaskan, Rani yang sempat putus sekolah kini telah didaftarkan kembali melalui program kesetaraan. Meski masih berusia anak-anak, Rani juga harus menjadi tulang punggung keluarga bagi kedua adiknya, sehingga berbagai pihak turut membantu menyediakan pekerjaan sementara tanpa mengganggu pendidikannya.
Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pembangunan rumah, tetapi juga mencakup kebutuhan hidup, perlengkapan, hingga peluang beasiswa ke depan. Pembangunan rumah sendiri akan difokuskan pada penyediaan material oleh Baznas dan dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Padang Pariaman, Siska Primadona, mengungkapkan bahwa kasus ini pertama kali dilaporkan warga pada 10 April 2026. Setelah dilakukan asesmen, pemerintah segera menyalurkan bantuan darurat dan mengoordinasikan langkah penanganan bersama berbagai pihak.
Selain bantuan fisik, pemerintah juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi ketiga anak tersebut untuk memulihkan kondisi mental mereka. Program ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam menangani masalah kesejahteraan secara terpadu dan berkelanjutan.

