PU percepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di sejumlah daerah di Indonesia dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan fasilitas pendidikan tersebut dibangun secara cepat sekaligus tetap menjaga kualitas konstruksi.

Untuk mendukung percepatan penyelesaian proyek, Kementerian PU membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, serta berbagai pihak terkait lainnya dalam proses pembangunan.

Selain itu, seluruh penyedia jasa konstruksi dan BUMN pelaksana diminta mengoptimalkan langkah percepatan di setiap lokasi pembangunan. Penyesuaian kontrak pelaksanaan juga telah dilakukan agar target penyelesaian pada 20 Juni 2026 dapat tercapai.

Di tengah percepatan pekerjaan, progres pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II terus mengalami peningkatan. Hingga 7 Mei 2026, rata-rata progres fisik tercatat mencapai 45,91 persen, naik dibandingkan 40,27 persen pada 1 Mei 2026.

Sejumlah daerah mencatat perkembangan signifikan, di antaranya Kota Medan dengan progres 64,48 persen, Kabupaten Sragen 63,22 persen, Kota Bengkulu 62,17 persen, Kabupaten Ogan Ilir 62,07 persen, dan Kota Makassar 62,04 persen.

Berbagai langkah percepatan diterapkan di lapangan, seperti pengerjaan bangunan secara paralel, penambahan tenaga kerja, penerapan kerja lembur, percepatan distribusi material, hingga penambahan alat berat seperti crane, alat pancang, excavator, dan mobile batching plant.

Kementerian PU juga melakukan penyesuaian metode konstruksi guna mempercepat pembangunan, di antaranya dengan penggunaan struktur baja, metal deck, wire mesh, serta teknologi hollow core slab pada bagian lantai bangunan.

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah. Kawasan pendidikan ini dirancang menjadi pusat pendidikan terpadu tingkat SD, SMP, dan SMA dengan fasilitas modern seperti ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Selain itu, tersedia pula fasilitas penunjang seperti kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau untuk mendukung kenyamanan proses belajar mengajar.

Kementerian PU juga terus berupaya menyelesaikan berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung agar seluruh proyek dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com