Bondowoso minta bantuan Pemprov Jatim tangani krisis air bersih

RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG  Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengajukan bantuan penanganan krisis air bersih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur lantaran anggaran bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional truk tangki dinilai terbatas dan hanya mampu mendukung sekitar 40 kali distribusi air ke wilayah terdampak kekeringan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, sebanyak 7.136 warga terdampak kekurangan air bersih selama musim kemarau tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya telah mengusulkan bantuan distribusi air bersih kepada Pemprov Jatim karena kapasitas anggaran daerah hanya mencukupi pengiriman selama kurang lebih satu bulan.

Ia menyebut keterbatasan anggaran tersebut dipengaruhi kenaikan harga BBM solar nonsubsidi yang berdampak pada biaya operasional distribusi air ke desa-desa terdampak kekeringan.

Selain berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Bondowoso juga bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), PDAM, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat untuk membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat.

Menurut Kristianto, lonjakan harga solar nonsubsidi membuat kemampuan pengiriman air bersih menjadi terbatas dan hanya cukup untuk sekitar 40 kali distribusi.

Berdasarkan data BPBD Bondowoso, krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini berdampak terhadap 7.136 warga atau 1.784 kepala keluarga (KK). Mereka tersebar di 20 dusun yang berada di 13 desa pada sembilan kecamatan.

BPBD Bondowoso telah memulai distribusi air bersih ke wilayah terdampak sejak pekan lalu. Penyaluran dilakukan menggunakan dua unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.

Sejumlah dusun yang mengalami kekeringan di antaranya Dusun Jatian di Desa Sumberanyar, Dusun Karang Kotong di Desa Sumbersari, Kecamatan Maesan, serta Dusun Paterongan di Desa Walidono, Kecamatan Prajekan.

Wilayah terdampak lainnya meliputi Dusun Geddingan di Desa Blimbing, serta Dusun Durin dan Geddingan di Desa Karanganyar, Kecamatan Klabang. Selain itu, kekurangan air bersih juga terjadi di Dusun Pelinggian, Desa Wringin, Kecamatan Wringin.

BPBD juga mencatat dampak kekeringan terjadi di Dusun Sumber Biru, Desa Klabang, serta Dusun Krajan dan Jurang Gundah di Desa Purnama, Kecamatan Tegal Ampel.

Sementara di Kecamatan Botolinggo, daerah terdampak mencakup Dusun Banteng Lor, Sumber Waru, Banteng Duk Beto di Desa Klekean, serta Dusun Seccang, Belengguen, dan Cemper Timur di Desa Lumutan.

Selain itu, wilayah terdampak kekeringan juga meliputi Dusun Nyabungan di Desa Kemuningan, Kecamatan Taman Krocok.

Di Kecamatan Curahdami, krisis air bersih terjadi di Dusun Bunglombung Barat dan Bunglombung Tengah yang berada di Desa Jetis.

Sementara itu, Dusun Magarsari di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, juga tercatat mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com