RESPONRADIO.COM PADANG│SUMATERA BARAT — Memasuki hari kedua pascabencana banjir dan tanah longsor, Bupati Tanah Datar, Eka Putra bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar meninjau berbagai wilayah terdampak pada Kamis (14/5).
Peninjauan diawali di Kecamatan Tanjung Emas. Di lokasi tersebut, Bupati beserta rombongan mengunjungi tempat pengungsian yang berada di Kantor Camat Tanjung Emas. Eka Putra berdialog langsung dengan para pengungsi untuk memastikan kondisi kesehatan serta ketersediaan kebutuhan pokok mereka.
Pada kesempatan itu, Bupati meminta camat setempat terus mengoordinasikan kebutuhan pengungsi, mulai dari makanan, pakaian, hingga layanan kesehatan. Ia juga menginstruksikan tenaga kesehatan dari puskesmas agar tetap siaga dan rutin memeriksa kondisi warga terdampak.
Selanjutnya, rombongan meninjau sejumlah titik bencana di Kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara, termasuk lokasi jembatan yang hanyut di kawasan Tanjung Anau, Nagari Taluak.
“Hari ini saya untuk kedua kalinya mengunjungi lokasi terdampak banjir yang terjadi pada malam tanggal 12 lalu. Saat ini saya berada di lokasi jembatan yang hanyut di kawasan Tanjung Anau, Nagari Taluak. Kami sudah mengusulkan pembangunan jembatan bailey dan berkoordinasi langsung dengan BNPB. InsyaAllah dalam waktu dekat bantuan jembatan bailey segera dipasang di lokasi ini,” ujar Eka Putra.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang secara swadaya bergotong royong membangun jembatan darurat agar akses warga kembali terbuka. Menurutnya, selama dua hari terakhir sejumlah warga sempat terisolasi akibat putusnya akses penghubung.
Selain meninjau lokasi bencana, Bupati dan rombongan turut mengunjungi rumah warga yang hanyut maupun mengalami kerusakan berat, sedang, hingga ringan. Untuk penanganannya, pemerintah menawarkan dua skema, yakni pembangunan hunian tetap terpadu dengan lahan dan rumah disiapkan pemerintah, serta pola mandiri dengan lahan disediakan warga sementara pembangunan rumah dibantu pemerintah.
Terkait kebutuhan mendesak, Bupati menyebut masyarakat saat ini membutuhkan pakaian, makanan dan sembako, perlengkapan bayi, serta alat penerangan seperti senter. Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meskipun beberapa warga mengalami gangguan kesehatan dan telah mendapat penanganan medis.
Sementara untuk kerugian materiil, pendataan masih terus dilakukan. Namun secara umum, bencana mengakibatkan ratusan hektare sawah rusak, sejumlah jembatan putus, rumah hanyut dan rusak, serta ternak warga ikut terseret banjir.
Untuk mempercepat penanganan pascabencana, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah mendirikan posko bantuan di masing-masing kecamatan terdampak. Posko utama di Kecamatan Lintau Buo berada di Setangkai dan dilengkapi dapur umum yang mulai beroperasi pada hari berikutnya. Sementara posko bantuan di Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting, dan Lintau Buo Utara ditempatkan di kantor camat masing-masing.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendapat bantuan satu pleton personel TNI dari Batalyon TP Pandeka Gunung Marapi guna mempercepat proses penanganan pascabencana, terutama dalam pembersihan rumah warga dan area terdampak banjir.
Eka Putra menambahkan, bantuan awal berupa sembako, perlengkapan memasak, selimut, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya telah mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui wali nagari maupun langsung kepada warga.
Ia menyebut wilayah yang mengalami dampak paling parah meliputi Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting, dan Tanjung Emas. Sementara dampak dengan kategori lebih ringan terjadi di Kecamatan Salimpaung dan Sungai Tarab.

