RESPONRADIO.COM PADANG│BEIJING — Perserikatan Bangsa-Bangsa menyambut positif dialog tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang berlangsung di Beijing.
PBB menilai pertemuan tersebut menjadi langkah penting bagi kedua negara dalam menyelesaikan berbagai perbedaan melalui jalur diplomasi dan negosiasi.
Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, mengatakan apresiasi itu diberikan karena Amerika Serikat dan Tiongkok memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas global.
Menurut Haq, PBB berharap kedua negara dapat memanfaatkan momentum dialog tersebut untuk membangun komunikasi yang konstruktif serta mencari solusi damai atas berbagai persoalan yang ada.
“Kami menghargai setiap dialog antara dua negara penting seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Kami berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog,” ujar Haq di New York, Rabu (13/5).
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tiba di Beijing pada Rabu (13/5) untuk memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari. Dalam agenda tersebut, Trump dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dengan fokus pada isu ekonomi global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Salah satu topik utama yang diperkirakan dibahas adalah situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang menjadi pusat perhatian akibat meningkatnya konflik di kawasan.
Wakil Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Farhan Haq, menegaskan bahwa PBB tidak berharap persoalan Selat Hormuz diselesaikan hanya melalui kesepakatan bilateral antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Meski demikian, kedua negara dinilai memiliki peran penting dalam membantu meredakan ketegangan internasional.
Krisis di Selat Hormuz disebut memuncak setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari lalu yang menimbulkan korban sipil. Walaupun sempat diumumkan gencatan senjata pada 7 April, perundingan lanjutan di Islamabad dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan.
Situasi tersebut berdampak besar terhadap distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Gangguan jalur pengiriman dari kawasan Teluk Persia menyebabkan pasokan energi terganggu dan memicu kenaikan harga bahan bakar di pasar internasional.
Dalam upaya meredakan konflik, Trump dikabarkan memperpanjang masa gencatan senjata guna memberi kesempatan kepada Iran mengajukan proposal terpadu sebagai langkah penyelesaian konflik yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.

