Tips Menjawab Pertanyaan 'Kapan Nikah' dengan Bijak dan Sehat

RESPONRADIO.COM | KELUARGA – Ketika berkumpul dengan keluarga, seringkali kita dihadapkan pada pertanyaan yang mungkin membuat kita sedikit gemetar: “Kapan nikah?” Pertanyaan itu mungkin kerap muncul dari bibir anggota keluarga yang ingin tahu tentang rencana pernikahan kita. Namun, menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Hasto Wardoyo, menjawabnya dengan bijak dan sehat bisa menjadi kunci kebahagiaan masa depan.

Usia Ideal untuk Menikah dan Hamil

Menurut Pak Hasto, ada usia ideal untuk menikah dan hamil. Bagi perempuan, nikah idealnya adalah di usia 21 tahun, sedangkan bagi laki-laki adalah di usia 25 tahun. Namun, aturan Undang-Undang memperbolehkan menikah sejak usia 19 tahun. Usia hamil yang ideal adalah antara 20 hingga 35 tahun, tetapi setiap individu memiliki situasi yang berbeda-beda.

BACA JUGA : Tips Menggelar Open House Lebaran Bersama Keluarga Besar: Sukseskan Tradisi dengan Sempurna

Jarak Ideal Antar Kelahiran Anak

Pak Hasto juga menyoroti pentingnya jarak antara kelahiran anak-anak. Menurutnya, jarak ideal antara kelahiran anak adalah 36 bulan. Misalnya, jika anak pertama sudah berusia 27 bulan, baru saat itu direncanakan untuk memiliki anak yang kedua.

Persiapan Prakonsepsi yang Penting

Lebih dari sekadar persiapan pernikahan, Pak Hasto menekankan pentingnya persiapan prakonsepsi. Ini adalah tahapan persiapan sebelum hamil yang melibatkan kesiapan fisik dan mental calon ibu dan calon ayah. Persiapan ini termasuk mengurangi kebiasaan merokok dan minum alkohol bagi calon suami, serta memenuhi asupan vitamin dan tablet tambah darah bagi calon istri.

BACA JUGA : Cara Jitu Membangun Keluarga Harmonis Tanpa Drama

Solusi dari BKKBN: Aplikasi Elsimil

Untuk membantu pasangan calon pengantin memahami lebih dalam tentang kesehatan reproduksi, BKKBN telah merilis aplikasi elektronik bernama Elsimil. Aplikasi ini memberikan bimbingan komprehensif tentang persiapan sebelum menikah dan sebelum hamil, serta perencanaan kesehatan reproduksi secara menyeluruh.

Kesimpulan

Menghadapi pertanyaan “kapan nikah?” tidak perlu membuat stres jika kita sudah memiliki pemahaman yang baik tentang persiapan pernikahan dan kesehatan reproduksi. Dengan menjawab dengan bijak dan mengikuti tips yang disarankan oleh Pak Hasto, kita bisa memastikan bahwa langkah-langkah kita menuju kehidupan berumah tangga yang bahagia diawali dengan persiapan yang matang dan sehat.(*)

Buka chat
1
Scan the code
Hello 👋
Apa yang dapat kami bantu?