WR II Unand operasi bibir sumbing beri harapan baru bagi pasien

RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG  Program operasi bibir sumbing gratis terus digalakkan di Indonesia sebagai upaya menekan tingginya angka kasus kelainan bawaan yang mencapai sekitar 7.500 kasus setiap tahun.

Wakil Rektor II Universitas Andalas, Hefrizal Handra, mengatakan jika dihitung secara proporsional, jumlah kasus kelainan bawaan di Sumatera Barat mencapai sekitar 120 kasus per tahun. Menurutnya, kontribusi penanganan yang dilakukan pihaknya mencapai sekitar 12 pasien setiap tahun atau sekitar 10 persen dari total kasus di daerah tersebut.

Hefrizal menegaskan program tersebut bukan sekadar pelayanan medis, tetapi juga menjadi upaya mengembalikan harapan dan rasa percaya diri, terutama bagi anak-anak yang mengalami bibir sumbing dan celah langit-langit. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program yang rutin dilaksanakan sejak 2018 itu.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kontribusi Unand dan RS Universitas Andalas bagi masyarakat dan bangsa.

Direktur Utama RS Unand, Muhammad Riendra, menjelaskan layanan operasi bibir sumbing gratis tidak hanya tersedia saat kegiatan bakti sosial berlangsung, tetapi juga dibuka sepanjang tahun bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, pasien bibir sumbing dan celah langit-langit dapat datang kapan saja untuk mendapatkan pelayanan gratis dari tim dokter rumah sakit.

Riendra menambahkan sebagian pasien telah menjalani operasi sejak Rabu (20/5), sementara pasien lainnya mulai menjalani tindakan operasi pada Kamis.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan RS Unand Padang, Rina Jumita, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat sekaligus dukungan organisasi terhadap program kemanusiaan rumah sakit.

Melalui kegiatan itu, RS Unand berharap semakin banyak masyarakat mengetahui bahwa layanan operasi bibir sumbing dapat diakses secara gratis sehingga anak-anak penderita bibir sumbing dan celah langit-langit bisa memperoleh penanganan sedini mungkin.

Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara RS Unand bersama Smile Train, Dharma Wanita Persatuan RS Unand, Ikatan Istri Dokter Indonesia Cabang Padang, serta sejumlah yayasan sosial lainnya.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com