Serunya Run for Equality 2026, Lari Bersama Teman-Teman Penyandang Disabilitas

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Plan Indonesia menggelar Run for Equality 2026 di Senayan Park, Jakarta, pada Minggu (26/7), yang diikuti lebih dari 1.670 pelari dari berbagai kalangan, mulai dari pegiat olahraga, anak-anak, penyandang disabilitas, hingga keluarga dan relawan pendamping. Kegiatan tahunan ini bertujuan mengampanyekan kesetaraan serta pemenuhan hak anak, termasuk anak penyandang disabilitas, agar dapat bermain, berpartisipasi, dan berkembang tanpa diskriminasi.

Ajang tersebut menghadirkan kategori lari 3K, 5K, dan 10K, dengan nomor 3K menjadi pilihan utama peserta penyandang disabilitas, seperti penyandang disabilitas netra, tuli, daksa, hingga disabilitas mental. Sejumlah peserta menggunakan kursi roda yang didorong keluarga maupun relawan. Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Jonna Aman Damanik, menegaskan bahwa olahraga merupakan hak setiap orang sehingga ruang publik harus dirancang agar benar-benar inklusif dan dapat diakses oleh semua kalangan.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan tema Equal Steps, Equal Play, Run for Equality 2026 menjadi ajakan untuk mewujudkan kesetaraan melalui ruang publik yang memungkinkan seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas, bermain, belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi tanpa perlakuan diskriminatif. Menurutnya, upaya tersebut masih sangat relevan mengingat akses penyandang disabilitas terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan, dan ruang publik yang inklusif masih menghadapi berbagai kendala.

Berdasarkan data 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), hanya 17,2 persen penyandang disabilitas usia produktif yang mengenyam pendidikan formal, sementara lebih dari separuh lainnya masih mengalami hambatan dalam memperoleh layanan dasar. Karena itu, Plan Indonesia mendorong terciptanya ruang olahraga dan fasilitas publik yang lebih ramah disabilitas agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkembang.

Salah seorang peserta kategori 3K, Zahra (16), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena merasa diterima dan diperlakukan setara. Ia berharap semakin banyak kegiatan inklusif yang memberi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menunjukkan kemampuan mereka. Run for Equality 2026 juga didukung puluhan relawan muda dari PlaNet (Plan Indonesia Network) serta sejumlah figur publik yang menjadi running buddy bagi anak-anak penyandang disabilitas. Selain itu, kegiatan ini turut menggalang dana untuk membantu penyediaan alat bantu dan fasilitas pendukung bagi anak-anak penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Timur.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com