RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Barat. Berdasarkan pemantauan Shelter AQMS, kualitas udara Padang Pariaman berada dalam kategori tidak sehat selama 7–12 September 2026, dengan nilai ISPU PM2.5 berkisar 130–149. Kondisi tersebut dinilai perlu diwaspadai karena partikulat halus PM2.5 dapat berdampak pada kesehatan, khususnya kelompok sensitif.
Nilai ISPU PM2.5 tercatat 149 pada 7 September, 145 pada 8 September, dan 146 pada 9 September. Kualitas udara sempat membaik pada 10 September dengan angka 130, tetapi kembali meningkat menjadi 144 pada 11 September dan 136 pada 12 September. Kelompok seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan dan jantung diminta lebih berhati-hati.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penyuluhan mengenai bahaya kabut asap hingga pembagian masker. OPD, camat, dan wali nagari telah diminta membagikan masker kepada masyarakat, dengan jumlah yang telah disalurkan mencapai lebih dari 50 ribu masker. Pemerintah juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan.
Sebagai langkah perlindungan tambahan, Pemkab Padang Pariaman meniadakan kegiatan Car Free Day pada 13 September 2026 hingga ada pengumuman lebih lanjut. Bupati juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker jika harus bepergian, serta sementara menghindari olahraga di luar ruangan. Pemantauan kualitas udara melalui Shelter AQMS akan terus dilakukan, sementara masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dan bersama-sama menjaga lingkungan.

