RESPONRADIO.COM PADANG | SUMATERA BARAT – Melanjutkan rangkaian kegiatan tanggap bencana di Sumatera Barat, tim pengabdian masyarakat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali turun ke lokasi terdampak pada 26–27 Februari 2026. Dipimpin oleh Prof. Ilma Nugrahani, kegiatan ini menyasar Kampung Ngalau Gadang, Nagari IV Limau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, serta Desa Salareh Aia dan Puskesmas Koto Alam di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Kunjungan selama dua hari tersebut merupakan kelanjutan dari program tanggap darurat yang telah dilaksanakan pada Desember 2025 lalu. Pada tahap ini, tim fokus pada pemulihan tahap menengah yang mencakup aspek kesehatan, dukungan psikososial, dan pendidikan bagi masyarakat terdampak.
Program ini merupakan inisiatif top-down dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kemitraan (DPMK) ITB yang dirancang untuk berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama diharapkan terus terjalin dengan institusi pendidikan tinggi, pemerintah daerah, puskesmas, serta dinas kesehatan setempat dalam program-program lanjutan.
Di Kampung Ngalau Gadang, Prof. Ilma Nugrahani memberikan pembinaan bertema “DAGUSIBU” (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Baik dan Benar) kepada para ibu hamil dan menyusui. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat yang aman dan tepat, terutama dalam situasi pascabencana yang rentan terhadap masalah kesehatan.

Sementara itu, Dr. Muhammad Yudhistira melaksanakan kegiatan edukatif melalui metode permainan (gaming) serta membagikan buku cerita bermuatan pendidikan kepada anak-anak. Pendekatan ini dilakukan untuk membantu pemulihan psikososial sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak yang terdampak bencana.
Tim juga mengunjungi Desa Salareh Aia dan Puskesmas Koto Alam untuk meninjau bantuan instalasi air bersih yang sebelumnya disalurkan oleh Rumah Amal Salman. Ketersediaan air bersih tersebut terbukti sangat mendukung pelayanan rawat jalan di puskesmas, terutama dalam menjaga standar kebersihan dan kualitas layanan kesehatan.
Selain pendampingan, tim menyerahkan bantuan perlengkapan kesehatan bagi ibu hamil, ibu melahirkan, dan anak-anak melalui Posyandu Ngalau Gadang serta Puskesmas Koto Alam. Kegiatan juga diperluas ke sektor pendidikan dengan pembinaan sains dan teknologi terkait kebencanaan kepada siswa di SMA Negeri 1 Padang, sebagai upaya meningkatkan literasi mitigasi bencana sejak dini.
“Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kepedulian, dan kolaborasi lintas sektor, proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berdaya guna.” tutup Prof. Ilma. (SL)
Editor: Team Respon Radio

