RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Kebiasaan bernapas lewat mulut saat tidur atau berolahraga dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan, karena udara yang masuk tidak melalui proses penyaringan dan pengaturan alami di hidung.
Hidung sendiri berfungsi sebagai penyaring sekaligus pengatur udara, dengan cara menghangatkan, melembapkan, serta menangkap debu dan mikroorganisme agar tidak masuk ke saluran pernapasan.
Dikutip dari Times of India, Kamis (16/4), Asisten Profesor di SDM Institute of Ayurveda and Hospital, Dr. Samhita Ullod, menjelaskan bahwa mekanisme perlindungan tersebut tidak bekerja ketika seseorang lebih sering bernapas melalui mulut.
Akibatnya, udara yang mencapai paru-paru menjadi lebih dingin, kering, dan kurang bersih. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini dapat memicu iritasi pada saluran napas serta menambah beban kerja sistem pernapasan.
Gejala awal dari kebiasaan ini antara lain bibir kering saat bangun tidur atau sering terjaga di malam hari karena merasa haus.
Dr. Ullod juga menuturkan bahwa bernapas lewat mulut membuat proses pertukaran oksigen menjadi kurang efisien, sehingga tubuh harus bekerja lebih keras namun hasilnya tidak optimal. Dampaknya bisa berupa rasa lelah, menurunnya konsentrasi, hingga gangguan pernapasan jika berlangsung terus-menerus.
Selain itu, pola pernapasan yang tidak tepat juga berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk, termasuk memperparah gangguan tidur dan menurunkan energi di siang hari.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut berhubungan dengan tidur yang terputus-putus dan berpotensi memperburuk apnea tidur jika dibiarkan.
Pada anak-anak, kebiasaan bernapas melalui mulut dalam jangka panjang dapat memengaruhi perkembangan rahang dan susunan gigi, serta meningkatkan risiko masalah gusi dan infeksi tenggorokan.
Untuk mengatasinya, Dr. Ullod menyarankan agar memastikan hidung dalam kondisi bersih dan tidak tersumbat. Latihan pernapasan juga dapat membantu melatih kembali kebiasaan bernapas melalui hidung.
Selain itu, aktivitas fisik secara rutin turut berperan dalam meningkatkan kapasitas paru-paru dan efisiensi sistem pernapasan.

