Kunjungi Afrika, Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Tengah Perseteruan dengan Trump

RESPONRADIO.COM PADANG│ALJAZAIR  Di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik dengan Amerika Serikat, Paus Leo XIV menyampaikan pesan persatuan dan perdamaian dalam rangkaian kunjungan apostoliknya di Afrika. Saat berada dalam penerbangan menuju Kamerun, Rabu (15/04), pemimpin Gereja Katolik itu menegaskan bahwa dunia saat ini lebih membutuhkan dialog antarumat beragama dibandingkan konflik.

Kunjungan bersejarah ke Aljazair, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, menjadi simbol kuat dalam merespons kritik dari Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance terkait sikap Vatikan terhadap konflik di Iran.

Dalam pernyataannya di pesawat kepausan, Paus Leo XIV menekankan bahwa kunjungan ke masjid mencerminkan bahwa perbedaan keyakinan, cara beribadah, dan gaya hidup tidak menjadi penghalang untuk hidup berdampingan secara damai. Ia juga menilai bahwa pesan tersebut penting untuk disampaikan kepada dunia saat ini.

Hubungan antara Washington dan Vatikan dilaporkan berada pada titik terendah setelah Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance melontarkan kritik tajam dalam beberapa hari terakhir. Trump menilai sikap Paus terhadap konflik di Iran “tidak dapat diterima”, sementara Vance mengingatkan agar Paus lebih berhati-hati dalam membahas isu teologi, khususnya terkait konsep Just War atau perang yang adil.

Menanggapi hal tersebut, Paus Leo XIV—yang pernah memimpin ordo Agustinian—merujuk pada pemikiran Santo Agustinus dari Hippo, tokoh besar dalam tradisi Kristen yang lahir di Aljazair. Agustinus dikenal sebagai salah satu perumus utama teori Just War yang justru dipersoalkan oleh Vance.

Dalam pernyataannya, Paus menegaskan bahwa ajakan Santo Agustinus untuk mencari Tuhan dan kebenaran sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Ia juga menyoroti pandangan Agustinus mengenai pentingnya membangun komunitas serta memperkuat persatuan di tengah berbagai perbedaan.

Di sisi lain, Donald Trump melalui platform Truth Social terus melontarkan kritik terhadap sikap Paus yang dinilainya lunak terhadap Iran. Ia menyatakan, “Tolong sampaikan kepada Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 pengunjuk rasa yang tidak bersalah dan tidak bersenjata dalam dua bulan terakhir,” meski klaim tersebut belum terverifikasi secara resmi.

Trump juga menegaskan bahwa kepemilikan senjata nuklir oleh Iran merupakan hal yang sama sekali tidak dapat ditoleransi.

Setibanya di Yaoundé, ibu kota Kamerun, Paus Leo XIV disambut dengan gencatan senjata sementara selama tiga hari oleh kelompok separatis berbahasa Inggris guna menjamin keamanan kunjungannya.

Dalam pidatonya di Istana Kepresidenan di hadapan Presiden Paul Biya, Paus menyampaikan pesan tegas terkait tata kelola pemerintahan. Ia mendesak otoritas setempat untuk memutus “rantai korupsi” yang dinilai merusak kredibilitas para pemegang kekuasaan.

Paus menegaskan bahwa perdamaian dan keadilan hanya dapat terwujud jika praktik korupsi dihentikan. Ia juga menambahkan bahwa perdamaian sejati hanya bisa tercipta apabila hukum berfungsi sebagai pelindung yang adil, bukan tunduk pada kepentingan sepihak kelompok kaya dan berkuasa.

Rangkaian kunjungan Paus Leo XIV di Afrika dijadwalkan berlanjut ke Angola dan Guinea Khatulistiwa sebelum berakhir pada 23 April mendatang.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com