RESPONRADIO.COM PADANG│KOTA PADANG — Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, menolak mencari pembenaran usai timnya tumbang 0-2 dari tamunya, Persijap Jepara, pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion GOR Haji Agus Salim, Padang, Sumatera Barat.
“Saya tidak ingin mencari alasan. Ketika tidak mampu menciptakan peluang, tentu gol tidak akan tercipta. Sebaliknya, lawan bisa memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Imran usai laga, Senin.
Ia juga menegaskan bahwa kekalahan tersebut bukan disebabkan oleh strategi yang gagal akibat hujan deras yang mengguyur stadion. Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi saat Semen Padang kalah dari Persis Solo pada pertandingan sebelumnya.
“Sebagai pemain profesional, tidak seharusnya menjadikan hujan sebagai alasan,” tegasnya.
Imran menilai timnya belum mampu memaksimalkan keuntungan bermain di kandang. Padahal, strategi telah dipersiapkan selama sepekan, namun tidak berjalan sesuai rencana.
Hal senada disampaikan pemain Semen Padang, Ricki Ariansyah, yang menyebut hasil tersebut murni karena kesalahan tim, bukan faktor cuaca. Ia menegaskan seluruh pemain dan pelatih telah berusaha maksimal.
“Ini sepenuhnya kesalahan kami. Kami harus segera berbenah untuk pertandingan berikutnya,” ujarnya.
Meski masih tertahan di zona degradasi, Ricki memastikan timnya tidak akan menyerah karena masih memiliki enam pertandingan penting tersisa. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter karena gagal meraih kemenangan, sekaligus mengajak masyarakat Ranah Minang untuk terus memberikan dukungan hingga akhir musim.
Kekalahan dari Persijap membuat Semen Padang berada di posisi ke-17 klasemen sementara dengan 20 poin dari 28 pertandingan. Sementara itu, Persijap Jepara menempati peringkat ke-13 dengan raihan 28 poin dari jumlah laga yang sama.

